Kamis, 08 Desember 2011

Al kisah Amr Bin Jamuh


Sahabat yang satu ini adalah salah satu sahabat yang dikasihi oleh Allah. Pasalnya doa dan cita citanya yang senantiasa beliau panjatkan kepada Allah untuk mati syahid terkabul juga. Amr bin Jamuh adalah muslim yang taat dan patuh kepada agama dan tuhannya (Allah), setelah ia berpaling dari menyembah berhala dan menjadi seorang mualaf. Kedermaannya untuk islam sangatlah luar bisa, ia juga dengan sukarela memberikan hartanya untuk kemajuan dakwah islam.

  Amr bin Jamuh adalah seorang petinggi kaum bani salamah, daerah sekitar madinah. Amr bin Jamuh adalah salah satu orang yang sangat dihormati dalam kaumnya, dan bisa dibilang sebelum masuk islam dia adalah pengikut berhala yang taat. Terbukti bahwa penyembah berhala yang taat, di setiap rumahnya pasti ada replikasi berhala yang besar. Hal ini dimaksudkan agar pengikut berhala  bisa kapan saja beribadah dan menyembah kepadanya.

  Amr bin Jamuh memiliki 3 putra, diantaranya ada muadz, mu'awadz, dan khalid, istrinya bernama Hindun binti amr. Pasca datangnya Mus'ab bin umair ke madinah, banyak kaum penyembah berhala mengenal dan berali pada agama islam karena ajakan beliau. Tak lepas dari perjuangan seorang sahabat Mus'ab bin umair inilah putra dari Amr bi jamuh berpaling masuk ke agama islam. Bahkan putra yang lain dan istri dari Amr bin Jamuh ini mendahulaui orang yang menjadi pemimpin keluarganya ini. Sampai sampai Amr bin Jamuh terkadang masih saja membicarakan kekhawatirannya terhadap anak anaknya untuk tidak masuk islam.

Suatu ketika salah satu putra dari Amr bin Jamuh, muadz ingin sekali agar ayahandanya juga bisa masuk islam dan bisa merasakan indahnya islam. Sampai sampai berbagai cara dilakukan untuk mengajak ayahnya agar bersedia masuk islam. Suatu hari, 3 bersaudara ini merencanakan sesuatu agar ayahandanya masuk islam, yakni dengan membuktikan berhala sangat tidak patut untuk disembah. Suatu hari salah satu dari putra Amr bin Jamuh ini nekat mengambil berhala (manaf) untuk disembunyikan di tempat biasa orang dulu buang kotoran. Hal ini dilakukan secara berulang ulang, hingga setiap pagi Amr bin Jamuh, menemukan di tempat yang sama. Tetapi, karena Amr bin Jamu adalah seorang yang taat pada berhala tiap kali tulalh dia membawa berhala ke tempat semula dengan sebelumnya membersihkan dan memberi wangi wangian untuk berhalanya. Hal ini terjadi sampai berulang kali, sempat Amr bin Jamuh juga membekali berhalanya dengan sebilah pedang. Agar berhalanya bisa melindungi dan mempertahankan diri dari apa yang mengganggu pemindahan tempat dirinya berada. Pada awalnya Melihat hal ini ketiga putranya sangat sedih, dan merka berfikir keras sampai sampai dengan cara terahir, putra dari Amr bin Jamuh ini mengambil berhalanya kemudian diikatlah jadi satu dengan seekor bangkai anjing yang berdarah pula. Apa kemudian reaksi Amr bin Jamuh? Dirinya merasa resah, kecewa, dan sekaligus marah terhadap berhalanya. Bahkan kekecewaannya terlihat ketika dia mengatakan sesuatu kepada berhalanya " Wahai berhala, sesungguhnya kamu adalah kuat, seharusnya engkau bisa mempertahankan dan melindungi dirimu sendiri"

  Ketika dirudung kekecewaan dan kesedihan terhadap berhalanya, datanglah seorang muslim dari madinah. Beliau sudah masuk islam sejak lama, dia benama mus'ab bin umair. Sebenarnya ini juga termasuk rencana dari putra Amr bi Jamuh. Singkat cerita Amr bin Jamuh terbuka hatinya. Dirinya langsung membersihkan diri dan memakai wangi wangian yang kemudian pergi  kepada rasulullah untuk dibaiat masuk islam.

  Ketika sudah menjadi mualaf, semasa hidupnya Amr bin Jamuh adalah seorang muslim yang taat dan patuh terhadap agama dan Allah (tuhannya). Bahkan dirinya dikenal sebagai orang yang dermawan. Apapun yang dia punya, asal buat kepentingan islam, dia akan menyerahkannya. Termasuk menyerahkan jiwa raganya. Ini terlihat dari cita citanya yang ingin mati syahid di jalanNYA. 

  Ketika perang badar tiba, Amr bi Jamuh ingin sekali ikut serta dalam perang tersebut. Tetapi sayangnya rasul tidak mengijinkan karena ada beberpa hal, diantaranya keadaaan fisik Amr bin Jamuh yang lemah, usia lanjut dan juga kedaan kakinya yang pincang.  Tetapi kesempatan merai cita citanya untuk syahid di jalannya tidak berhenti disini. Pada kesempatan berikutnya di perang uhud dirinya ikut serta berperang karena sudah meminta ijin dan merayu pada rasul untuk diijinkan ikut berperang. 

  Akhirnya Amr bin Jamuh syahid di jalanNYA. Kemudian jasadnya dimakamkan satu makam dengan sahabatnya Abdullah bin amr. Ini sebagai wujud sayang rasulullah kepada Amr bin Jamuh dan sahabatnya.

46 Tahun meninggalnya Amr bin Jamuh. Ketika banjir melanda madinah, terjadi pemindahan makam. Dan ketika makam Amr bin JAmuh di pindah, jasad Amr bin JAmuh dan Abdullah bin Amr masih utuh  dan yang mengharukan lagi adalah, jasadnya bersih dengan raut wajah tersenyum. 

  Subhanallah, banyak hal yang bisa diambil dari kisah Amr bin Jamuh ini. Semoga kita bisa meniru kataatan dan kedermawanan Amr bin Jamuh untuk mengorbankan apapun miliknya untuk agama Allah. Satu lagi, cita citanya yang istimewa untuk sahid di jalanNYA juga perlu kita contoh, sebagai mahasiswa, menuntut ilmu adalah termasuk jihad. Kemudian ketika kita meniatkan itu karena Allah dan kita haus akan ilmu sampai ajal menjemput kita insyaallah kita semua akn termasuk menjadi hamba yang sahid di JAalanNYA. amin:)

(Sumber:  Beberapa artikel dari google)